Rihlah ke Masjid Al A’lam (Masjid Si Pitung)

Masjid Al A'lam Marunda

Masjid Al A’lam Marunda

Alhamdulillah Rihlah Loversh edisi perdana telah dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2013. Afwan ya sob telat banget baru post di blog. InsyaAllah sudah kami post melalui twitter, @sobat_loversh dan @GAULtapi_ISLAMY. Masjid yang kami kunjungi pada rihlah loversh pertama adalah masjid Al A’lam yang berada di daerah Marunda. Ada yang pernah ke sana? Perwakilan @sobat_loversh berkesempatan menimba ilmu kepada pengurus masjid, Bapak H. M Sambo Ishak.

Bpk. H. M. Sambo Ishak berusia 70 tahun. Beliau orang tanah abang asli dan pindah ke Marunda sebagai pengurus masjid Al a’lam sejak tahun 1966. Haji Sambo, begitu beliau biasa disapa, bertemu jodoh kemudian menikah dan menetap di Marunda hingga saat ini. Beliau ikhlas sebagai pengurus masjid walau tanpa bayaran. “Cukuplah Allah yang akan membayar saya dan itu lebih besar dari apapun.” ujar Bapak H. M Sambo ishak. MasyaAllah, semoga kita dapat mencontoh keikhlasan Haji Sambo.

Sejarah Masjid Al A’lam
Masjid Al A’lam atau sering disebut dengan masjid si pitung didirikan pada tahun 1640 oleh para walisanga (sembilan wali) dalam waktu sehari semalam. Masjid Al A’lam diresmikan oleh pemerintahan pada tahun 1978. Sebenarnya masjid Al A’lam ini tidak ada kaitannya dengan si pitung. Bahkan pengurus masjid menyampaikan “kalau antum datang kesini hanya untuk mengetahui sejarah si pitung, saya stop dan tidak saya lanjutkan karena itu cerita jaman dahulu sebelum saya lahir. Itu pun cerita dari sesepuh saya yang sifatnya belum jelas kebenarannya, tapi kalau kehadiran antum untuk mengetahui sejarah masjid saya siap.”.

Kenapa masjid Al A’lam disebut masjid si pitung? Konon, pada masa penjajahan Belanda, Si Pitung pernah bersembunyi di masjid ini.  Si pitung adalah jawara dari batavia yang dijajah oleh negeri lain selama 358 tahun. Keberadaan masjid Al A’lam ada ditengah hutan dan laut sehingga cocok sebagai tempat persembunyian. Ada lubang di tembok masjid sebelah kiri yang digunakan si pitung untuk mengintip kedatangan para penjajah.

Lubang di tembok Masjid Al A'lam

Lubang di tembok Masjid Al A’lam

Masjid Al A’lam sering dikunjungi oleh wisatawan, baik dari wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Sejarah yang berkembang di masyarakat mengenai si pitung menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Di halaman sekitar masjid, terdapat makam wali Allah diantaranya makam alm. KH Jami’in bin Abdullah, al habib Abdul halim hay, saripah jenap, saripah maryam dan makam warga sekitar yang usianya sudah puluhan tahun.

Salah satu makam wali Allah

Salah satu makam wali Allah

Persis di samping masjid ada sumur kerek yang rasa airnya payau (tidak asin juga tidak tawar), padahal posisi masjid Al a’lam ini berada ditengah laut. Menurut informasi dari pengurus masjid, air sumur itu dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Tentunya dengan membaca basmallah dan sholawat. Air sumur hanya sebagai washilah saja.

Sumur Payau

Sumur Payau

Jazakumullah khairan katsiran sobat loversh atas donasi untuk wakaf masjid. Daftar yang telah diwakafkan untuk masjid Al a’lam :
a. Iqro besar 20
b. Juzz Amma 10
c. Al-Qur’an MMI 5 paket
d. Al-Qur’an besar 5
e. Sarung 6
f. Mukena 6
g. Rekar 5

salam JOSS!

Wakaf untuk Masjid Al A'lam dari sobat loversh

Wakaf untuk Masjid Al A’lam dari sobat loversh

Perwakilan @sobat_loversh dan Haji Sambo

Perwakilan @sobat_loversh dan Haji Sambo

@anyseptiani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s