[twinPregnancy] Review dokter kandungan di Jakarta dan Tangerang

Assalamu’alaikum

Mamatuwin mau review hasil berkunjung ke beberapa dokter kandungan di daerah Jakarta dan Tangerang. Isi dari review ini sepenuhnya pendapat subjektif mamatuwin ya dear ^^

History mengenai kehamilan mamatuwin

  • Kakak bayi 1, didiagnosa Blighted Ovum (BO) atau gagal tumbuh pada usia kehamilan 8w. Penanganan dengan kuretase pada usia kehamilan 10w, tanggal 27 Desember 2014 di RS Hermina Tangerang dengan dr. Dessy Susilawati H, SpOG
  • Kakak bayi 2, didiagnosa Fetal Death atau kematian janin pada usia 9w. Penanganan dengan kuretase pada usia kehamilan 12w, tanggal 24 Juni 2015 di RSIA Kemang Medical Care dengan dr. Diah Sartika, SpOG
  • Kakak bayi 3 & 4, Alhamdulillah minggu ini menginjak usia kehamilan 25w. Periksa rutin di RS Pondok Indah dengan dr. Giri Respati, SpOG. Doakan sehat selalu ya mom :’)

Langsung aja yah…. Continue reading

Advertisements

Persiapan hamil

Assalamu’alaikum dear…

Ny mau berbagi catatan persiapan menyambut kakak bayi pasca kuretase. QadaruLlah, saya melewati 2 kuretase pada tahun pertama pernikahan.

Kakak bayi 1 didiagnosa tidak berkembang di usia 8 minggu. Lebih kurang 3 bulan setelah kuretase pertama, saya positif hamil untuk kedua kalinya. Selanjutnya, janin kedua kami didiagnosa fetal death pada usia 9 minggu. Shock! Tapi, Alhamdulillah 1 bulan pasca kuretase kedua, saya positif hamil untuk ketiga kalinya. Kado spesial di H-1 satu tahun kebersamaan dengan Papap Apde. Tanpa direncana, tanpa diduga, Allah adalah sebaik-baik pembuat skenario kehidupan.Welcome to my belly, honey ^^

Usaha yuk usaha, katanya mau punya baby. Bismillah…

  1. Konsultasi ke dokter androlog dan Tes sperma.
    Pemeriksaan kesehatan ga cukup dilakukan oleh (calon) ibu, (calon) ayah pun ikut andil dalam proses kehamilan. Dimulai dengan mengumpulkan informasi mengenai dokter androlog. List dokter androlog ga sebanyak dokter obgyn ya ternyata. Kami menemui salah satu dokter androlog di RS Fatmawati. Dokter menyarankan tes sperma di RS Bunda/ RS Hermina. Alasannya, karena RS tersebut telah memakai standard terbaru untuk tes sperma. Beliau juga menjelaskan kemungkinan penyebab janin tidak berkembang.
  2. Berusaha mematuhi pantangan dan anjuran dokter obgyn.
    Walaupun sudah tidak hamil, anjuran dan pantangan selama hamil tetap saya jaga. Misal. mengurangi lalapan mentah, seafood eg. kerang, cumi-cumi. Kerang dan cumi tinggi kolesterol, jadi orang sehat pun perlu mengimbangi makanan enak ini dengan olahraga yang cukup.
  3. Mengkonsumsi almond.
    Almond baik untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan calon ibu. Gizi tinggi dan baik untuk kesehatan.
  4. Mengkonsumsi madu kesuburan.
    Saya dan suami mengkonsumsi madu khusus untuk meningkatkan kesuburan. Beli di IBF (Islamic Book Fair), Rp 70.000 untuk 2 botol. Terjangkau kan…
  5. Memperbanyak konsumsi sayuran hijau.
    Misal. Brokoli, bayam, kangkung. Untuk buncis masih dalam usaha untuk suka. hee.
  6. Olahraga.

Setelah kuretase kedua, pola makan diperketat (dengan anjuran dokter). Tambahan dari 6 poin di atas adalah…
7. Tidak mengkonsumsi gula dan gorengan (kecuali menggunakan olive oil/minyak zaitun)
8. Menghindari pengawet, msg dan pemanis buatan, dengan kata lain wajib masak setiap hari
9. Liburan. Ambil cuti, habiskan waktu berdua dengan suami. Saatnya pacaran, terutama bagi kami yang menikmati masa pacaran setelah menikah. Be happy, positive thinking and avoid stress ya.
9. Yang terpenting, pray to ALLAH!

Kuretase insyaAllah aman dan ga bikin mandul, pilih rumah sakit yang terpercaya kualitas dan kebersihannya. Untuk kehamilan, jangan ragu konsultasi dengan dokter obgyn/bidan ya dear. Setiap perempuan punya kondisi berbeda, penanganannya pun harus sesuai. Cocok di any, belum tentu berlaku di orang lain. Tetap semangat! Semoga segera diberi kepercayaan menimang malaikat kecil yang melengkapi keluarga. aamiin.

@anyseptiani