Persiapan hamil

Assalamu’alaikum dear…

Ny mau berbagi catatan persiapan menyambut kakak bayi pasca kuretase. QadaruLlah, saya melewati 2 kuretase pada tahun pertama pernikahan.

Kakak bayi 1 didiagnosa tidak berkembang di usia 8 minggu. Lebih kurang 3 bulan setelah kuretase pertama, saya positif hamil untuk kedua kalinya. Selanjutnya, janin kedua kami didiagnosa fetal death pada usia 9 minggu. Shock! Tapi, Alhamdulillah 1 bulan pasca kuretase kedua, saya positif hamil untuk ketiga kalinya. Kado spesial di H-1 satu tahun kebersamaan dengan Papap Apde. Tanpa direncana, tanpa diduga, Allah adalah sebaik-baik pembuat skenario kehidupan.Welcome to my belly, honey ^^

Usaha yuk usaha, katanya mau punya baby. Bismillah…

  1. Konsultasi ke dokter androlog dan Tes sperma.
    Pemeriksaan kesehatan ga cukup dilakukan oleh (calon) ibu, (calon) ayah pun ikut andil dalam proses kehamilan. Dimulai dengan mengumpulkan informasi mengenai dokter androlog. List dokter androlog ga sebanyak dokter obgyn ya ternyata. Kami menemui salah satu dokter androlog di RS Fatmawati. Dokter menyarankan tes sperma di RS Bunda/ RS Hermina. Alasannya, karena RS tersebut telah memakai standard terbaru untuk tes sperma. Beliau juga menjelaskan kemungkinan penyebab janin tidak berkembang.
  2. Berusaha mematuhi pantangan dan anjuran dokter obgyn.
    Walaupun sudah tidak hamil, anjuran dan pantangan selama hamil tetap saya jaga. Misal. mengurangi lalapan mentah, seafood eg. kerang, cumi-cumi. Kerang dan cumi tinggi kolesterol, jadi orang sehat pun perlu mengimbangi makanan enak ini dengan olahraga yang cukup.
  3. Mengkonsumsi almond.
    Almond baik untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan calon ibu. Gizi tinggi dan baik untuk kesehatan.
  4. Mengkonsumsi madu kesuburan.
    Saya dan suami mengkonsumsi madu khusus untuk meningkatkan kesuburan. Beli di IBF (Islamic Book Fair), Rp 70.000 untuk 2 botol. Terjangkau kan…
  5. Memperbanyak konsumsi sayuran hijau.
    Misal. Brokoli, bayam, kangkung. Untuk buncis masih dalam usaha untuk suka. hee.
  6. Olahraga.

Setelah kuretase kedua, pola makan diperketat (dengan anjuran dokter). Tambahan dari 6 poin di atas adalah…
7. Tidak mengkonsumsi gula dan gorengan (kecuali menggunakan olive oil/minyak zaitun)
8. Menghindari pengawet, msg dan pemanis buatan, dengan kata lain wajib masak setiap hari
9. Liburan. Ambil cuti, habiskan waktu berdua dengan suami. Saatnya pacaran, terutama bagi kami yang menikmati masa pacaran setelah menikah. Be happy, positive thinking and avoid stress ya.
9. Yang terpenting, pray to ALLAH!

Kuretase insyaAllah aman dan ga bikin mandul, pilih rumah sakit yang terpercaya kualitas dan kebersihannya. Untuk kehamilan, jangan ragu konsultasi dengan dokter obgyn/bidan ya dear. Setiap perempuan punya kondisi berbeda, penanganannya pun harus sesuai. Cocok di any, belum tentu berlaku di orang lain. Tetap semangat! Semoga segera diberi kepercayaan menimang malaikat kecil yang melengkapi keluarga. aamiin.

@anyseptiani

pemeriksaan kromosom

Nomor tidak dikenal.

“Bun, mengenai request pemeriksaan kromosom janin. Begini, jaringan dedenya ga bisa diperiksa. Ada indikasi terkontaminasi bakteri”, suara dari seberang telepon itu sukses membuat dada sesak.

Hari ini, 2 minggu berlalu dari tanggal 24 juni 2015.
Masih segar di ingatan, masih penuh rasanya dada ini.

Kehilangan (calon) bayi yang seminggu sebelumnya dalam keadaan sehat dan berdetak. Yang seminggu sebelumnya ada di sebelah kiri rahim, lalu pemeriksaan kali itu sudah berada di kanan rahim. Pecicilan yah anak, mungkin mirip ayahnya. Janin yang anggota tubuhnya mulai terbentuk namun tidak lagi terdengar detak jantungnya, tidak lagi terlihat gerakannya.

“Bunda habis jatuh? Ga yah.” Tanya dokter, yang pasti sudah tau jawaban seorang pasien yang sudah pernah kehilangan sebelumnya. Jangankan jatuh, terbentur kasur pun kami hindari dok. Ga ada flek atau kram perut.

Segala pemeriksaan lab dilakukan. Ambil saja darahku sesukamu suster, semoga kali ini ada hasil yang melegakan dari rangkaian tes darah ini. Bukan mengharap penyakit sih.. cuma bingung! Tes A, hasil ok. Tes B, hasil negatif. Tes C, hasil masih dalam range normal. Tangan kanan, tangan kiri, telinga. Mana lagi yang perlu diambil darah, monggo.

“Kita periksa si dede ya. Pemeriksaan kromosom.” Langkah gontai keluar dari ruang periksa kandungan, terbayang kuretase. LAGI! Sakit kah? Kali kedua ini rasanya super, lahir dan batin. For about 12 hours during contraction. It was so painful! Tornado, halilintar, ontang anting, kora kora, lewaaat. And ya.. I Love my mom so much.

Sabar ya sayang…
Maaf.. tanganmu, kepalamu, badanmu harus disentuh sebelum waktunya, sampai bakteri merusak pemeriksaan atasmu 😥 Kita lanjutkan pemeriksaan selanjutnya, dengan metode berbeda. Semoga penyebab fetal death (rd. kematian mudigah) ini segera diketahui.

Ayah, anakmu butuh tanda tangan. Yuk ke rumah sakit. Zaidan (rd. Kakak bayi 2)  mau diperiksa lagi :’)
Ibu kangen kamu, nak.

@anyseptiani