Shalihkan orangtuamu

Banyak dari kita yang aktif di komunitas, organisasi, atau wadah sosial lainnya. Jiwa muda ini seolah tidak pernah kehabisan tenaga untuk menebar manfaat bagi lingkungan. Sibuk berbagi di luar bukan berarti lalai terhadap keluarga, terutama orang tua. Sejatinya, merekalah prioritas utama yang berhak mendapat perhatian kita.

Idealnya, pengetahuan anak mengenai agama dan akhlak ditanamkan oleh orangĀ  tua sejak usia dini. Pemahaman mengenai siapa pencipta alam semesta (termasuk manusia), untuk apa manusia diciptakan, dan kepada siapa kita akan kembali sangat penting sebagai pondasi iman anak. Namun, terkadang keterbatasan orang tua, baik dalam hal waktu atau pemahaman mengenai agama, membuat mereka mempercayakan pendidikan akhlak anak kepada orang lain. Bagi ayah dan ibu yang sibuk di luar, tolong carikan kami guru ngaji yang tepat ya.

mengaji

Dengan bertambahnya usia, pemahamanmu terhadap Islam semakin membaik. Terlebih saat ini banyak sekali kajian yang mengupas ajaran Islam, bahkan tidak jarang bebas biaya. Kebutuhan akan ketenangan jiwa dirasa lebih utama dibanding dengan nominal rupiah yang dikejar selama ini. Semakin tinggi kesadaran masyarakat untuk menuntut ilmu agama diimbangi dengan semangat dakwah para ustadz untuk terus berbagi. Alhamdulillah.

Tidak ada setitik keraguan pun atas kemampuanmu berbagi pengalaman dan ilmu dengan lingkungan. Kuharap kau ajak serta keluargamu mengejar surga Allah. Tidak jarang orang tua kita pun ingin menimba ilmu, namun rasa malu menghalangi niat mereka. Di sinilah kepekaan dan kedewasaan kita dilatih. Jadilah teman berbagi untuk orang tuamu tanpa rasa menggurui.

ibu mengaji

Shalihkanlah orang tuamu sebagaimana kerasnya usahamu mengejar shalihmu. Anakmu ingin bersama-sama dengan kalian menggapai ridho Allah.

Ayah, Ibu, izinkanku membersamai kalian menggapai shalih[ah]mu. Uhibbukum fiLlah. – @anyseptiani